Oleh : Muhammad Yusuf
Departemen PPPA HmI komisariat FE UNIMED
Demokrasi kita sejatinya dibangun
diatas kekuasaan rakyat yang mensejahterakan dan memberikan keadilan yang
semestinya dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara.
Wacana tentang pemilihan kepala
daerah langsung atau tidak langsung kini mulai dibuka kembali di DPR,bukan masalah
baru memang ,wacana tentang pemilihan kepala daerah langsung atau tidak lansung
seperti ini sudah ada sebelumnya dan terus bergulir pada masa
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediyono pada tahun 2012 lalu ,namun
hingga saat ini wacana tersebut belum menemukan titik terang lantaran
adanya Pro dan Kontra ,baik itu di kalangan DPR sendiri maupun pada
masyarakat luas.
Secara Politis inisiatif ini diambil
oleh koalisi partai yang tergabung dalam Koalisi merah putih. .Mereka memilih
usulan agar pilkada diselenggarakan secara tidak langsung , baik pilkada
gubernur, bupati maupun wali kota. Mereka menilai Pemilukada secara langsung
adalah bidang politik yang memerlukan biaya mahal ,selain itu Pemilukada secara
langsung juga belum terbukti ampuh dalam menyaring para pemimpin yang bersih.
Pada babak baru pemerintahan Pasca
Orde baru ,indonesia mengalami lompatan yang luarbiasa pada bidang
demokrasi.Indonesia tercatat sebagai negara yang paling demokrasi ketiga
terbesar didunia,dan terbesar pertama di kalangan dunia Islam.Jabatan eksekutif
mulai dari kepala desa hingga presiden telah dilakukan melalui pemilihan suara
secara langsung,kecuali camat.Mekanisme ini belum banyak ditempuh negara-negara
lain didunia,termasuk negara-negara Islam. Lantaran pencapaian
demokrasinya ,Internasional Association of Political Consultants
menganugerahkan Democracy Medal Award kepada Indonesia.IAPC adalah organisasi
antar bangsa yang bermaksud mempromosikan demokrasi diseluruh dunia.Penghargaan
tersebut merupakan pengakuan masyarakat Internasional terhadap seluruh rakyat
Indonesia yang telah berhasil mengembangkan dan melaksanakan struktur demokrasi
dengan baik ( Fajar Baru Islam Indonesia ).
Meskipun demikian, perjalanan panjang
demokrasi kita tidak semata-mata terbebas dari beragam macam catatan
buruk.Akan tetapi kita juga harus tahu bahwa ; Beragam catatan buruk yang
timbul dari pemerintahan kita bukan semata – mata disebabkan oleh sistem
demokrasi yang kita jalankan saat ini ,melainkan orang-orang yang kita pilih lah
yang sesungguhnya membuat sistem ini kelihatan tidak baik.
Proses pemilukada secara langsung
yang terjadi selama ini membuat rakyat mengerti akan arti demokrasi yang
sesungguhnya,hal ini tercermin dari begitu antusiasnya animo masyarakat untuk
datang ketempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih secara langsung
pemimpinnya.
Wacana tentang pemilihan Kepala
daerah secara tidak langsung bukan hanya sebagai langkah mundur dalam
pengembangan demokrasi kita,pemilukada di DPRD juga menjadi Parameter
kemunduran bangsa ini akan pengakuannya terhadap kedaulatan rakyat yang
semestinya.
Demokrasi kita sejatinya harus
dibangun atas Kekuasaan rakyat ,rakyat lah yang menentukan arah demokrasi
bangsa ini kedepannya, karena sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang tumbuh
diatas kedaulatan rakyat sebagai sebuah bentuk
legitimasinya.Biarkan rakyat yang menentukan arah demokrasinya karena Rakyat
juga merupakan sebuah alasan mengapa negara ini ada.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.